SMA Sains Al-Qur'an

SMA SAINS AL-QUR’AN WAHID HASYIM BERPRESTASI INTERNASIONAL

Alhamdulillah, menjelang  peringatan Hari Santri 2019, SMA Sains
Al-Qur’an Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta kembali
mempersembahkan prestasi membanggakan, dalam berbagai kompetisi
olimpiade  Internasional Pertama, memperoleh penghargaan:

1. Silver Medal untuk Tim Energia
2. Bronze Medal untuk Tim Piscovery

Dalam
ajang International Young Inventors Award (IYIA) 2019 atau ajang bagi
para inovator muda yang diselenggarakan oleh Indonesian Innovation and
Invention Promotion Association (INNOPA)  8-12 Oktober 2019 di Jakarta,
Indonesia.

Terima kasih kami haturkan kepada Bapak
Pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim bapak KH. Jalal Suyuthi, S.H. dan
Ibunda Hj. Nelly Umi Halimah Jalal beserta keluarga atas segala
bimbingan, motivasi , doa dan dukunganya,  terima kasih juga kepada
seluruh bapak dan ibu guru,  pembimbing, civitas akademika SMA Sains
Al-Qur’an, keluarga besar Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta dan
juga para wali santri. Jazakumullah ahsanal jaza.

Inovasi
tim pertama yakni Aplikasi Energia. Energia merupakan platform
crowdfunding untuk mendanai proyek-proyek listrik energi terbarukan di
Indonesia. Crowdfunding merupakan penggalangan dana berbasis masyarakat
dengan menghubungkan pemilik proyek dan investor. Kami mengembangkan
aplikasi ini berawal dari sulitnya akses permodalan proyek energi
terbarukan di Indonesia melalui institusi finansial yang ada, oleh
karena itu diperlukan alternatif sumber pendanaan salah satunya dengan
melibatkan masyarakat melalui skema crowdfunding.

Inovasi
tim kedua kami adalah Aplikasi Piscovery. Aplikasi ini berfungsi untuk
mendeteksi, mengobati dan memantau kondisi Post-Traumatic Stress
Disorder (PTSD)/Gangguan Stres Paska Trauma dengan menggunakan sistem
telemedicine/pengobatan jarak jauh menggunakan teknologi. PTSD merupskan
kondisi kesehatan mental seseorang yg terpengaruh akibat mengalami atau
menyaksikan kejadian traumatik, seperti bencana alam, kekerasan fisik
atau seksual, bullying, dan lain-lain. Kami mengembangkan aplikasi ini
karena masyarakat Indonesia memiliki risiko tinggi terkena PTSD.
Sehingga kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit ini
sehingga dapat dideteksi dan diobati lebih awal dan mudah. Tim Piscovery
terdiri dari Sofia, Assyfa, Azifa, Arina, Dinda, dan Aini. Tampak
mereka sedang presentasi di hadapan juri dan menjelaskan ke beberapa
pengunjung stand mereka.
Sekitar
250 tim dari 18 negara berkompetisi dalam ajang International Young
Inventors Awards 2019 di Jakarta. 10 tim terpilih dari berbagai negara
diberi kesempatan untuk menampilkan budaya tradisional daerah
masing-masing. 12 delegasi kami dari SMA Sqains Al-Qur’an diminta
menjadi salah satunya. Kami terpilih untuk merepresentasikan budaya
Yogyakarta dan Indonesia. Kami menampilkan serangkaian pertunjukan,
sinden, tari tradisional kreasi Jawa, pembacaan puisi dan pencak silat.
Tak disangka, penampilan kami mendapat sambutan yg meriah dan menjadi
pengalaman yg tak terlupakan!
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top